Blogger Widgets

ZARMI SUKSES


web widgets

SELAMAT DATANG DI STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM

SELAMAT DATANG DI STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM - RAIH MASA DEPANMU BERSAMA STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM - TERDEPAN - MODEREN - DAN - ISLAMI, - KALAU ADA KRITIKAN YANG MEMBANGUN SILAKAN DIKIRIMKAN KE KAMI - DAN TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Rabu, 23 April 2014

PENGERTIAN REKONSILIASI BANK

Pengertian Rekonsiliasi Bank

       

Rekonsilisi bank adalah suatu prosedur pengendalian terhadap kas di bank, dengan membandingkan catatan akuntansi kas menurut perusahaan. Secara periodik bank mengirimkan laporan berupa bank statement yang berisi semua transaksi penyetoran dan pengambilan oleh deposan (depositor) selama periode tertentu. Rekonsiliasi bank dilakukan untuk menunjukkan dan menjelaskan adanya perbedaan antara catatan kas menurut bank dan menurut perusahaan. Jika perbedaan dihasilkan dari transaksi yang belum dicatat bank, maka catatan perusahaan dianggap benar. Sebaliknya, jika perbedaan dihasilkan dari kesalahan dalam catatan perusahaan dan catatan bank, maka diperlukan penyesuaian.

 
Tujuan Rekonsiliasi Bank
Rekonsiliasi bank dilakukan dengan tujuan: 
  • menentukan saldo kas (bank) yang seharusnya disajikan dalam laporan keuangan (neraca). 
  • Mengamankan kekayaan perusahaan dan mendeteksi kemungkinan adanya penyalahgunaan kas di bank. 
Pada umumnya, perbedaan antara saldo kas menurut catatan perusahaan dan catatan bank disebabkan oleh 2 (dua) faktor, yaitu: perbedaan waktu pengakuan dan kesalahan mencatat.

A. Perbedaan Waktu Pengakuan 
Adanya setoran dalam perjalanan (deposit intransit), yaitu setoran yang dilakukan oleh perusahaan, tetapi pihak bank belum menerima, atau belum mengkredit rekening perusahaan. Akibatnya, saldo kas menurut bank terlalu rendah dibanding saldo kas yang benar. 
Cek yang belum diuangkan (outstanding check), yaitu cek yang dikeluarkan oleh perusahaan sebagai tanda pembayaran kepada pihak lain, tetapi pihak penerima belum menguangkan cek tersebut ke bank. Akibatnya bank belum mengetahui adanya pengeluaran oleh perusahaan, sedang perusahaan sudah mencatat adanya pengeluaran. Akibatnya saldo kas menurut bank terlalu besar dibandingkan dengan saldo kas yang benar. 
Tagihan piutang perusahaan yang dilakukan oleh bank (bank collections) tetapi pihak perusahaan belum menerima memo kredit dari bank. Akibatnya saldo kas menurut perusahaan terlalu rendah dibanding saldo kas yang benar. 
Biaya bank (bank charge)yang telah didebitkan ke rekening perusahaan di bank, tetapi perusahaan belum menerima surat pemberitahuan dari bank. Akibatnya, saldo kas menurut perusahaan terlalu besar dibanding saldo kas yang benar. 

Adanya cek kosong atau dana kurang, yaitu cek yang diterima oleh perusahaan dari langganannya sebagai penerimaan kas, tetapi setelah disetorkan ke bank ternyata cek tersebut tidak ada dananya atau kurang. Karena perusahaan telah mencatat cek tersebut sebagai penerimaan, saldo kas menurut perusahaan terlalu besar dibanding saldo kas yang benar. 

B. Kesalahan Pencatatan oleh Bank atau oleh Perusahaan
Kesalahan pencatatan yang terjadi pada bank atau pada perusahaan. Akibat yang terjadi karena kesalahan ini berbeda-beda tergantung pada jenis kesalahan yang ada.

Format Rekonsiliasi Bank
Format rekonsiliasi bank dipengaruhi oleh tujuan rekonsiliasi dilaksanakan.

Berdasarkan tujuan rekonsiliasi, ada dua bentuk rekonsiliasi bank, yaitu:
a. Rekonsiliasi saldo bank dan saldo perusahaan untuk mendapatkan saldo yang harus dilaporkan. Bentuk ini terdiri atas dua seksi, yaitu:

1. seksi saldo per laporan bank
2. seksi saldo per buku.
Rekonsiliasi ini dapat dimulai dengan melakukan rekonsiliasi saldo menurut bank beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya, kemudian diikuti dengan saldo menurut perusahaan atau sebaliknya.
b. Rekonsiliasi saldo bank ke saldo perusahaan atau sebaliknya. Rekonsiliasi ini disiapkan untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang menyebabkan perbedaan tersebut.
Penyusunan Rekonsiliasi
Untuk menemukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan dan perbedaan saldo kas menurut bank dan saldo kas menurut perusahaan, diteliti laporan dan buku catatan atau laporan sebagai berikut: 
Laporan bank 
  • Buku jurnal penerimaan kas 
  • Buku jurnal pengeluaran kas 
Laporan bank adalah laporan yang disajikan oleh bank kepada perusahaan berisi tentang mutasi uang kas dan saldo kas perusahaan pada saat-saat tertentu. Laporan bank tersebut dapat berupa laporan tersendiri atau copy dari rekening giro bank.
Kolom debit rekening giro bank menunjukkan pengeluaran-pengeluaran dan beban biaya bagi perusahaan dan kolom kredit rekening giro bank tersebut menunjukkan setoran-setoran perusahaan atau hasil tagihan dan pendapatan perusahaan yang ditagihkan oleh pihak bank.

Untuk menemukan faktor-faktor kesalahan dan perbedaan saldo kas menurut bank dan saldo kas menurut perusahaan dilakukan analisa terhadap buku catatan perusahaan dan laporan bank sebagai berikut:

1. Bandingkan transaksi-transaksi penerimaan kas yang dicatat di buku jurnal penerimaan kas dengan catatan penerimaan kas oleh bank yang tercantum di kolom kredit laporan bank. Hal ini untuk menemukan kemungkinan adanya:
§ Setoran dalam perjalanan
§ Tagihan piutang perusahaan oleh bank

2. Apabila ditemukan ada transaksi penerimaan kas di buku jurnal penerimaan kas perusahaan tetapi tidak ada di laporan bank, maka kemungkinan terjadi setoran dalam perjalanan. Apabila ada transaksi penerimaan kas di laporan bank tetapi transaksi tersebut tidak ada di buku jurnal penerimaan kas maka kemungkinan ada tagihan piutang perusahaan oleh bank yang perusahaan belum mengetahui, atau ada pendapatan bunga yang menjadi hak perusahaan tetapi perusahaan belum mengetahui.

3. Bandingkan transaksi-transaksi pengeluaran kas yang ada di buku jurnal pengeluaran kas atau daftar cek perusahaan dengan transaksi-transaksi pengeluaran kas yang ada di laporan bank. Hal ini untuk menemukan adanya:
§ Cek dalam peredaran
§ Biaya jasa bank yang belum diketahui oleh pihak perusahaan

Apabila faktor-faktor tersebut sudah ditemukan dan saldo kas menurut bank dan saldo kas menurut perusahaan telah dikoreksi dengan faktor-faktor tersebut diatas, bandingkanlah saldo kas menurut bank dan saldo kas menurut perusahaan apakah sudah menunjukkan saldo kas yang sama atau belum. Dan kemudian telitilah kembali pencatatan transaksi kas pada laporan bank maupun perusahaan untuk menemukan terjadinya kesalahan pencatatan. Apabila rekonsiliasi sudah selesai, saldo kas menurut bank dan saldo kas menurut perusahaan harus menunjukkan jumlah yang sama.
Rekonsiliasi Untuk Menentukan Saldo Kas Yang Benar
Rekonsiliasi untuk menentukan saldo kas yang benar dapat dibuat untuk memperhitungkan saldo akhir kas menurut bank dan saldo akhir kas menurut perusahaan dan dapat dibuat untuk memperhitungkan saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir kas menurut bank dan perusahaan. Dalam sub-bab ini akan diuraikan rekonsiliasi bank untuk menentukan saldo akhir kas yang benar dan rekonsiliasi untuk menentukan saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir kas yang benar.
Rekonsiliasi Untuk Menentukan Saldo Akhir Kas Yang Benar
Rekonsiliasi bank untuk menentukan saldo akhir kas yang benar disusun dengan cara memperhitungkan saldo kas menurut bank dan saldo kas menurut perusahaan, dengan faktor-faktor penyebab kesalahan dan perbedaan saldo kas menurut bank dan saldo kas menurut perusahaan.

Faktor-faktor yang menyebabkan kesalahan pada saldo kas menurut bank dan koreksinya adalah sebagai berikut:

1. Faktor-faktor yang mengoreksi saldo kas menurut bank.

a. Koreksi positif atas saldo kas menurut bank.

Setoran dalam perjalanan. Faktor ini mengakibatkan saldo kas menurut bank terlalu kecil, sehingga untuk mengoreksi, saldo kas menurut bank harus ditambahkan sejumlah setoran dalam perjalanan tersebut, agar menunjukkan saldo kas yang benar.

Kesalahan jenis tertentu yang dilakukan oleh bank, misalnya bank salah mengkredit rekening nasabah lain atas setoran perusahaan.

b. Koreksi negatif atas saldo kas menurut bank.Cek dalam peredaran. Faktor ini menyebabkan saldo kas menurut bank terlalu besar, sehingga untuk mengoreksi harus dikurangi sejumlah cek dalam peredaran tersebut, agar dapat menunjukkan saldo kas yang benar.
Kesalahan jenis tertentu yang dilakukan oleh bank, misalnya bank salah mendebit rekening nasabah lain atas cek perusahaan.

2. Faktor-faktor yang mengoreksi saldo kas menurut perusahaan.

a. Koreksi positif atas saldo kas menurut perusahaan.

Tagihan piutang perusahaan oleh bank. Faktor ini mengakibatkan saldo kas menurut perusahaan terlalu rendah, sehingga harus dikoreksi dengan menambahkan sejumlah tagihan piutang perusahaan oleh bank tersebut.

Pendapatan bunga oleh perusahaan yang belum diketahui oleh pihak perusahaan.
Kesalahan jenis tertentu yang dilakukan oleh pihak perusahaan, misalnya perusahaan mencatat pengeluaran  terlalu besar, sehingga saldo kas menurut perusahaan terlalu rendah.

b. Koreksi negatif atas saldo kas menurut perusahaan.

Cek kosong, atau cek yang dananya kurang.
Faktor ini mengakibatkan jumlah saldo kas menurut perusahaan terlalu besar, untuk mengoreksi harus dikurangi sejumlah cek kosong tersebut.

Biaya jasa bank.
Faktor ini mengakibatkan jumlah saldo kas menurut perusahaan terlalu besar, untuk mengoreksi harus dikurangi sejumlah biaya tersebut.

Kesalahan jenis tertentu yang dilakukan oleh pihak perusahaan, misalnya perusahaan mencatat penerimaan kas terlalu besar, sehingga jumlah saldo kas menurut perusahaan terlalu besar.
Bentuk rekonsiliasi saldo akhir kas perusahaan dapat berupa rekening T atau bentuk tabel dari atas ke bawah. Berikut ini adalah contoh bentuk rekonsiliasi bank bentuk T sekaligus menggambarkan ringkasan faktor-faktor koreksi pada saldo kas menurut bank dan saldo kas menurut perusahaan.
Rekonsiliasi Saldo Awal, Penerimaan, Pengeluaran dan Saldo Akhir, Untuk Menentukan Saldo Awal, Penerimaan, Pengeluaran dan Saldo Akhir Kas Yang Benar
Rekonsiliasi bank untuk menentukan saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir kas yang benar, memperhitungkan faktor-faktor kesalahan tidak hanya terhadap saldo akhir kas tetapi juga terhadap saldo awal, penerimaan dan pengeluaran kas selama periode rekonsiliasi. Sehingga setiap faktor kesalahan dan perbedaan berpengaruh pada unsur-unsur yang direkonsiliasi di atas. Berikut ini akan diuraikan mengenai pengaruh masing-masing faktor pada masing-masing unsur yang direkonsiliasi.

Faktor-faktor Kesalahan, Pengaruh dan Koreksinya terhadap Saldo Awal, Penerimaan, Pengeluaran dan Saldo Akhir Kas

Dalam rekonsiliasi saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir kas, setiap faktor kesalahan harus diidentifikasi apakah terjadi pada awal periode atau akhir periode, karena memberikan pengaruh yang berbeda. Faktor kesalahan yang sama, tetapi pada saat yang berbeda, yaitu pada awal periode dan akhir periode, akan memberikan pengaruh dan koreksi yang berbeda. Hal tersebut berkaitan dengan hubungan saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir kas sebagai berikut:

1. Faktor Kesalahan Pada Saldo Kas Menurut Bank Dan Koreksinya

a. Setoran Dalam Perjalanan
Setoran dalam perjalanan pada awal periode rekonsiliasi, mengakibatkan:
Saldo awal kas menurut bank terlalu rendah
Penerimaan kas menurut bank untuk periode rekonsiliasi terlalu besar. Ini dengan asumsi setoran dalam perjalanan awal periode tersebut, diterima oleh bank pada periode berikutnya (sekarang).
Untuk mengoreksi, agar jumlah saldo awal menurut bank dan penerimaan menurut bank benar:
Saldo awal menurut bank harus ditambah sejumlah setoran dalam perjalanan awal periode tersebut, dan
Penerimaan kas menurut bank harus dikurangi sejumlah setoran dalam perjalanan awal periode tersebut.
 Setoran dalam perjalanan pada akhir periode, mengakibatkan:
Saldo akhir kas menurut bank terlalu rendah.
Penerimaan kas periode rekonsiliasi menurut bank terlalu rendah.
Untuk mengoreksi agar saldo akhir kas menurut bank dan jumlah penerimaan kas menurut bank benar, dibuat koreksi sebagai berikut:
Saldo akhir kas menurut bank ditambah sejumlah setoran dalam perjalanan akhir periode, dan
Jumlah penerimaan kas menurut bank ditambah sejumlah setoran dalam perjalanan tersebut.

b. Cek Dalam Peredaran
Cek dalam peredaran pada awal periode, mengakibatkan:
Saldo awal kas menurut bank terlalu besar, dan
Jumlah pengeluaran kas periode rekonsiliasi menurut bank terlalu besar.
Untuk mengoreksi agar jumlah saldo akhir menurut bank dan jumlah pengeluaran menurut bank periode yang direkonsiliasi benar, dikoreksi dengan cara:
Saldo awal kas menurut bank harus dikurangi sejumlah cek dalam peredaran awal periode tersebut, dan
Pengeluaran kas periode rekonsiliasi menurut bank dikurangi sejumlah cek dalam peredaran awal periode.
Cek dalam peredaran akhir periode rekonsiliasi, mengakibatkan:
Saldo akhir bank menurut bank terlalu besar, dan
Jumlah pengeluaran menurut bank periode rekonsiliasi terlalu rendah.
Untuk mengoreksi agar saldo akhir kas menurut bank dan jumlah pengeluaran kas menurut bank periode rekonsiliasi benar, dilakukan cara:
Saldo akhir kas menurut bank dikurangi sejumlah cek dalam perjalanan akhir periode tersebut, dan
Jumlah pengeluaran bank periode rekonsiliasi ditambah sejumlah cek dalam peredaran akhir periode tersebut.

c. Kesalahan Yang Dilakukan Oleh Bank
Kesalahan ini memberikan akibat yang bermacam-macam dan koreksi yang bermacam-macam tergantung pada jenis kesalahannya.

2. Faktor-faktor Kesalahan saldo kas menurut perusahaan dan koreksinya.

a. Tagihan Piutang Perusahaan Oleh Bank
Tagihan piutang perusahaan oleh bank pada awal periode, mengakibatkan:
Saldo awal kas menurut perusahaan terlalu rendah.
jumlah penerimaan kas periode rekonsiliasi menurut perusahaan terlalu besar. Ini dengan asumsi hasil tagihan tersebut diketahui oleh perusahaan pada periode berikutnya.

Untuk mengoreksi, agar saldo awal dan jumlah penerimaan kas menurut perusahaan benar:
Saldo awal kas menurut perusahaan ditambah hasil tagihan tersebut, dan
Jumlah penerimaan kas menurut perusahaan periode rekonsiliasi dikurangi sejumlah hasil tagihan.

Tagihan piutang perusahaan oleh bank pada akhir periode
Faktor kesalahan ini mengakibatkan:
Saldo akhir kas menurut perusahaan terlalu rendah.
Jumlah penerimaan kas periode rekonsiliasi menurut perusahaan terlalu rendah.
Untuk mengoreksi agar saldo kas akhir periode dan jumlah penerimaan kas periode rekonsiliasi menurut perusahaan benar, dilakukan cara:
Saldo akhir menurut perusahaan ditambah sejumlah hasil tagihan piutang perusahaan.
Jumlah penerimaan kas menurut perusahaan periode rekonsiliasi ditambah sejumlah tagihan tersebut.

b. Hasil Pendapatan Bunga Oleh Perusahaan
Akibat dan koreksi kesalahan faktor ini sama dengan faktor di nomor a di atas.

c. Cek Kosong

Cek kosong pada awal periode
Faktor ini mengakibatkan:
Saldo awal kas menurut perusahaan terlalu besar.
Jumlah pengeluaran kas periode rekonsiliasi menurut perusahaan terlalu besar. Ini dengan asumsi cek kosong tersebut diketahui dan dicatat oleh perusahaan pada periode berikutnya.
Untuk mengoreksi agar saldo awal menurut perusahaan dan pengeluaran kas menurut perusahaan periode rekonsiliasi benar:
Saldo awal kas menurut perusahaan harus dikurangi sejumlah cek kosong tersebut, dan
Jumlah pengeluaran menurut perusahaan pada periode rekonsiliasi harus dikurangi sejumlah cek kosong pada awal periode.

Cek kosong pada akhir periode
Faktor ini mengakibatkan:
Saldo akhir kas menurut perusahaan terlalu besar, dan
Jumlah penerimaan kas menurut perusahaan periode rekonsiliasi terlalu besar.
Untuk mengoreksi agar saldo akhir dan penerimaan kas menurut perusahaan benar:
Saldo akhir kas menurut perusahaan dikurangi sejumlah cek kosong tersebut, dan
Jumlah penerimaan kas periode rekonsiliasi menurut perusahaan dikurangi sejumlah cek kosong tesebut.
d. Biaya Jasa Bank
Faktor ini memberikan pengaruh yang sama dengan cek kosong baik pada awal periode dan akhir periode, hanya sedikit berbeda dalam hal cek kosong pernah dicatat oleh perusahaan sebagai penerimaan, sedangkan biaya jasa bank tidak. Sehingga koreksinya terhadap jumlah pengeluaran, tidak pada jumlah penerimaan.

Rekonsiliasi Saldo Kas Menurut Bank Disesuaikan Ke Saldo Kas Menurut Perusahaan
Rekonsiliasi bank menyesuaikan saldo kas menurut bank ke saldo kas menurut perusahaan dilakukan untuk menentukan tingkat ketelitian dan kebenaran pencatatan kas. Rekonsiliasi ini dapat dibuat untuk menyesuaikan saldo akhir kas saja, atau untuk menyesuaikan saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir kas.
Apabila dalam rekonsiliasi bank untuk menentukan saldo kas yang benar ada faktor-faktor yang mengoreksi saldo kas menurut bank dan ada faktor-faktor yang mengoreksi saldo kas menurut perusahaan, dalam rekonsiliasi untuk menyesuaikan saldo kas bank ke saldo kas menurut perusahaan, ini semua faktor kesalahan diperhitungkan untuk menyesuaikan saldo kas menurut bank agar sama dengan saldo kas menurut perusahaan.

Rekonsiliasi Saldo Akhir Kas Menurut Bank Ke Saldo Akhir Kas Menurut Perusahaan
Faktor-faktor yang menyesuaikan saldo akhir kas menurut bank ke saldo akhir kas menurut perusahaan dan pengaruh penyesuaiannya adalah sebagai berikut:
1. Setoran dalam perjalanan, mengakibatkan saldo kas menurut bank lebih rendah dibanding saldo kas menurut perusahaan. Untuk menyesuaikan, saldo bank ditambah sejumlah setoran dalam perjalanan.
2. Cek dalam peredaran, mengakibatkan saldo kas menurut bank lebih besar dibanding saldo kas menurut perusahaan. Untuk menyesuaikan, saldo kas menurut bank dikurangi sejumlah cek dalam peredaran.
3. Cek kosong, mengakibatkan saldo kas menurut bank lebih rendah dibanding saldo kas menurut perusahaan. Untuk menyesuaikan saldo kas menurut bank ditambah sejumlah cek kosong.
4. Biaya jasa bank, mengakibatkan saldo kas menurut bank lebih rendah dibanding saldo kas menurut perusahaan. Untuk menyesuaikan, saldo kas menurut bank ditambah sejumlah biaya jasa bank.
5. Tagihan piutang perusahaan oleh bank, mengakibatkan saldo kas menurut bank lebih besar dibanding saldo kas menurut perusahaan. Untuk menyesuaikan, saldo kas menurut bank dikurangi sejumlah hasil tagihan oleh bank.
6. Kesalahan yang dilakukan oleh perusahaan maupun bank. Kesalahan ini memberikan akibat dan penyesuaian yang bervariasi tergantung pada jenis kesalahan yang terjadi.
Rekonsiliasi Saldo Awal, Penerimaan, Pengeluaran dan Saldo Akhir Kas Menurut Bank Ke Saldo Awal, Penerimaan, Pengeluaran dan Saldo Akhir Kas Menurut Perusahaan
Rekonsiliasi ini tidak hanya menyesuaikan saldo akhir kas menurut bank, tetapi meliputi saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir menurut bank ke saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir menurut perusahaan. Faktor-faktor yang diperhitungkan dalam rekonsiliasi ini adalah faktor-faktor yang dalam rekonsiliasi untuk menentukan saldo kas yang benar, mengoreksi saldo kas menurut bank dan saldo kas menurut perusahaan.
Seperti rekonsiliasi yang menyesuaikan saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir kas untuk menentukan saldo akhir kas yang benar, rekonsiliasi untuk menyesuaikan saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir menurut perusahaan ini memperhitungkan faktor-faktor pada awal periode dan faktor-faktor pada akhir periode. Karena yang disesuaikan tidak hanya saldo akhir, tetapi juga saldo awal kas, penerimaan dan pengeluaran kas.
Faktor-faktor penyesuaian yang diperhitungkan dalam rekonsiliasi saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir menurut bank ke saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir kas menurut perusahaan adalah sebagai berikut:
1. Setoran Dalam Perjalanan
a. Setoran dalam perjalanan awal periode, mengakibatkan:
· Saldo awal menurut bank lebih rendah dibanding saldo awal menurut perusahaan, dan
· Jumlah penerimaan kas menurut bank periode rekonsiliasi lebih besar dibanding jumlah penerimaan kas menurut perusahaan.
Untuk menyesuaikan, agar sama dengan saldo kas menurut perusahaan.
· Saldo awal menurut bank ditambah sejumlah setoran dalam perjalanan
· Jumlah penerimaan kas periode rekonsiliasi menurut bank dikurangi sejumlah setoran tersebut.
b. Setoran dalam perjalanan akhir periode, mengakibatkan:
· Saldo akhir kas menurut bank lebih rendah dibanding saldo akhir menurut perusahaan.
· Jumlah penerimaan menurut bank lebih rendah dibanding saldo akhir menurut perusahaan.
Untuk menyesuaikan, agar sama dengan saldo kas menurut perusahaan:
· Saldo akhir menurut bank harus ditambah sejumlah setoran dalam perjalanan akhir periode.
· Jumlah penerimaan periode rekonsiliasi menurut bank ditambah sejumlah setoran dalam perjalanan tersebut.
2. Cek Dalam Perjalanan
a. Cek dalam peredaran awal periode, mengakibatkan:
· Saldo awal kas menurut bank lebih besar dibandingkan saldo awal kas menurut perusahaan, dan
· Jumlah pengeluaran kas menurut bank periode rekonsiliasi lebih besar dibanding jumlah penerimaan kas menurut perusahaan dalam periode yang sama.
Untuk menyesuaikan, agar sama dengan saldo kas menurut perusahaan:
· Saldo awal kas menurut bank dikurangi sejumlah cek dalam peredaran awal periode.
· Jumlah pengeluaran kas menurut bank periode rekonsiliasi dikurangi sejumlah cek dalam peredaran awal periode.
b. Cek dalam peredaran akhir periode, mengakibatkan:
· Saldo kas akhir periode menurut bank lebih besar dibanding saldo kas akhir periode menurut perusahaan.
· Jumlah pengeluaran kas periode rekonsiliasi menurut bank lebih rendah dibanding jumlah pengeluaran menurut perusahaan periode yang sama.
Untuk menyesuaikan, agar sama dengan saldo menurut perusahaan:
· Saldo kas akhir periode menurut bank dikurangi, sejumlah cek dalam peredaran akhir periode.
· Jumlah pengeluaran menurut bank periode rekonsiliasi ditambah sejumlah cek dalam peredaran.
3. Cek Kosong
a. Cek kosong awal periode, mengakibatkan:
· Saldo awal kas menurut bank lebih rendah dibanding jumlah saldo awal menurut perusahaan.
· Jumlah pengeluaran periode rekonsiliasi menurut bank lebih rendah dibanding jumlah pengeluaran menurut perusahaan.
Untuk menyesuaikan, agar jumlah pengeluaran dan saldo awal kas menurut bank sama dengan saldo awal dan pengeluaran menurut perusahaan:
· Saldo awal kas menurut bank ditambah dengan cek kosong pada awal periode.
· Jumlah pengeluaran menurut bank periode rekonsiliasi ditambah sejumlah cek kosong pada awal periode.
b. Cek kosong pada akhir periode, mengakibatkan:
· Salso akhir kas menurut bank lebih rendah dibanding saldo akhir kas menurut perusahaan.
· Jumlah penerimaan kas periode rekonsiliasi menurut bank lebih rendah dibanding jumlah penerimaan kas menurut perusahaan.
Untuk menyesuaikan, agar sama dengan saldo kas menurut perusahaan:
· Saldo akhir kas menurut bank ditambah sejumlah cek kosong.
· Jumlah pengeluaran kas periode rekonsiliasi menurut bank dikurangi sejumlah cek kosong.
4. Hasil Tagihan Piutang Perusahaan Oleh Bank
a. Hasil tagihan bank awal periode, mengakibatkan:
· Saldo awal kas menurut bank lebih besar dibanding saldo awal kas menurut perusahaan.
· Jumlah penerimaan menurut bank periode rekonsiliasi lebih rendah dibanding jumlah penerimaan menurut perusahaan.
Untuk menyesuaikan, agar saldo kas menurut bank sama dengan saldo kas menurut perusahaan:
· Saldo awal kas menurut bank dikurangi sejumlah hasil tagihan bank awal periode, dan
· Jumlah penerimaan kas menurut bank periode rekonsiliasi ditambah sejumlah tagihan bank awal periode.
b. Hasil tagihan bank akhir periode, mengakibatkan:
· Saldo akhir kas menurut bank lebih besar dibanding saldo akhir kas menurut perusahaan.
· Jumlah penerimaan kas menurut bank periode rekonsiliasi menurut bank lebih besar dibanding jumlah penerimaan menurut perusahaan dalam periode yang sama.
Untuk menyesuaikan, agar sama dengan saldo kas menurut perusahaan:
· Saldo akhir kas menurut bank dikurangi sejumlah hasil tagihan bank akhir periode.
· Jumlah penerimaan menurut bank periode rekonsiliasi dikurangi sejumlah tagihan bank periode rekonsiliasi.
5. Biaya Jasa Bank
Faktor ini memberi akibat dan penyesuaian seperti pada cek kosong hanya berbeda mengenai sumbernya, yaitu di satu pihak berasal dari biaya dan di pihak lain dari penerimaan kas, yang kemudian batal.
6. Kesalahan Pada Bank Atau Perusahaan
Faktor ini memberikan akibat dan penyesuaian yang berbeda-beda tergantung pada jenis kesalahan yang terjadi.

sumber

wikipedia.com
ilmuakuntansi.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar