Blogger Widgets

ZARMI SUKSES


web widgets

SELAMAT DATANG DI STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM

SELAMAT DATANG DI STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM - RAIH MASA DEPANMU BERSAMA STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM - TERDEPAN - MODEREN - DAN - ISLAMI, - KALAU ADA KRITIKAN YANG MEMBANGUN SILAKAN DIKIRIMKAN KE KAMI - DAN TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Kamis, 11 Desember 2014

SISTIM BIAYA DAN AKUMULASI BIAYA



SISTIM BIAYA DAN AKUMULASI BIAYA

Sistem Biaya

Sistem Biaya adalah organisasi dari formulir, catatan dan laporan yang terkoordinasi yang bertujuan untuk melaksanakan kegiatan dan merupakan informasi
biaya bagi manajemen.
Di dalam akuntansi biaya, sistem yang dapat digunakan untuk mengalokasikan dan membebankan ke unit produksi, dikelompokkan menjadi 2 sistem, yaitu :
1.    Sistem Biaya Sesungguhnya (Historis).
2.    Sistem Biaya Ditentukan Dimuka (Biaya Standar).


1. Sistem Biaya Sesungguhnya
Sistem biaya sesungguhnya atau sistem biaya aktual adalah
Suatu sistem dalam pembebanan harga pokok produk atau pesanan atau jasa pada saat biaya tersebut sudah terjadi atau biaya yang sesungguhnya dinikmati.Penyajian hasil baru akan dilakukan apabila semua operasi selesai pada periode akuntansi yang bersangkutan.

2. Sistem Biaya Ditentukan Dimuka
Sistem biaya ditentukan dimuka adalah
Sistem dalam pembebanan harga pokok kepada produk atau pesanan atau jasa dihasilkan sebesar harga pokok yang ditentukan dimuka sebelum suatu produk atau
jasa dikerjakan.Pada akhir periode akuntansi kedua sistem biaya ini dicatat, kemudian dibandingkan sehingga terlihat varians antara biaya sesungguhnya terjadi dengan
biaya ditentukan dimuka. Varians yang terjadi bisa varians lebih (over applied) atau varians kurang (under applied).

Penentuan Harga Pokok
Penentuan harga pokok adalah
Bagaimana memperhitungkan biaya kepada suatu produk atau pesanan atau jasa, yang dapat dilakukan dengan cara memasukkan seluruh biaya produksi atau hanya
memasukkan unsur biaya produksi saja. Dalam penentuan harga pokok tersebut dapat
digunakan dua cara, yaitu :
1.    Metode Kalkulasi Biaya Penuh (Full Costing).
2.    Metode Kalkulasi Biaya variabel (Variabel Costing).
1. Kalkulasi Biaya Penuh
Kalkulasi biaya penuh adalah
Suatu metode dalam penentuan harga pokok suatu produk dengan memperhitungkan semua biaya produksi,
seperti
1.    biaya bahan baku langsung,
2.    tenaga kerja langsung,
3.    biaya overhead variabel dan
4.    biaya overhead tetap.

2. Kalkulasi Biaya Variabel
Kalkulasi biaya variabel adalah
Suatu metode dalam penentuan harga pokok suatu produk, hanya memperhitungkan biaya produksi yang bersifat variabel saja.
Dalam metode ini biaya overhead tetap tidak diperhitungkan sebagai biaya produksi tetapi biaya diperhitungkan sebagai biaya periode yang akan dibebankan dalam laporan laba rugi tahun berjalan.


Akumulasi Biaya

Akumulasi biaya adalah
Suatu cara untuk mengetahui berapa besar biaya yang dikeluarkan untuk suatu produk dan jasa.

Ada 2 metode yang umum digunakan dalam akumulasi biaya, yaitu :
1.         Metode Akumulasi Biaya Pesanan.
2.         Metode Akumulasi Biaya Proses.

1. Akumulasi Biaya Pesanan
Akumulasi biaya pesanan adalah
Suatu metode yang digunakan dalam pengumpulan harga pokok suatu produk, dimana biaya dikumpulkan untuk setiap pesanan atau kontrak atau jasa terpisah, dan setiap Pe sanan atau kontrak dapat dipisah sesuai identitasnya.

Akumulasi biaya pesanan ini dapat diterapkan pada perusahaan yang menggunakan proses produksi secara terputus-putus, seperti pekerjaan
1.    konstruksi,
2.    bengkel,
3.    percetakan,
4.     catering makanan,
5.    meubel,dll.

2. Akumulasi Biaya Proses
Akumulasi biaya proses adalah
Suatu metode dalam pengumpulan harga pokok produk dengan mengumpulkan biaya untuk setiap satuan waktu tertentu.

Akumulasi biaya proses ini dapat diterapkan pada perusahaan menggunakan proses
produksi terus-menerus, seperti perusahaan perakitan mobil, obat-obatan, perusahaan
penerbangan, rumah sakit,dll.

Proses Produksi

Proses produksi adalah
Proses pengolahan input menjadi output. Input yang dimaksud adalah bahan baku langsung, tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang diproses menjadi produk selesai/jadi.

Dalam perusahaan pabrikasi proses produksi dapat dilakukan melalui 2 cara, yaitu :
1.         Satu tahapan Proses Produksi.
2.         Beberapa Tahapan Proses Produksi.

1. Satu Tahapan Proses Produksi




2. Beberapa Tahapan Proses Produksi

Beberapa tahapan proses produksi adalah
suatu proses produksi yang dilakukan dalam pengolahan produk selesai melalui beberapa Departemen atau lebih dari satu departemen. Departemen tersebut terdiri dari departemen produksi dan departemen jasa atau pembantu sebagai penunjang departemen produksi 

 

Aliran Biaya dalam Perusahaan Pabrikasi
Siklus akuntansi biaya tidak jauh berbeda dengan siklus akuntansi keuangan. Pada siklus akuntansi biaya berhubungan dengan proses produksi yang terjadi mulai dari awal sampai berakhirnya proses produksi tersebut.

Semua aliran biaya yang terjadi diperhitungkan tanpa memperhatikan adanya perilaku biaya yang bersifat tetap dan variabel. Perhitungan biaya diasumsikan dengan metode kalkulasi biaya penuh.


Aliran Biaya Pabrikasi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar