Blogger Widgets
بِــــــسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيـــمِ

SELAMAT DATANG DI STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM

SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI - TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Kamis, 16 April 2015

PROSEDUR AUDIT



PROSEDUR UMUM AUDIT

Audit
Pencatatan dan perekaman sistem akuntansi. Langkah pertama dalam prosedur audit adalah menetapkan dan membuktikan sistem yang digunakan untuk merekam atau mencatat transaksi.
Prosedur Audit :
  1. Perekaman atau pencatatan sistem akuntansi. Langkah pertama dalam prosedur audit adalah menetapkan dan membuktikan sistem yang digunakan untuk merekam atau mencatat transaksi.
  2. Review dan evaluasi pendahuluan.
  3. Pengujian kepatuhan (compliance tests). Pengujian kepatuhan, seperti penamaannya, didesain untuk memastikan bahwa pengendalian internal yang digunakan atau diandalkan oleh auditor dalam praktiknya dapat berjalan dengan baik. Sifat dari pengujian ini sangat tergantung pada sifat pengendalian, akan tetapi secara esensial pengujian ini meliputi pengecekan transaksi sebagai bukti kepatuhan.
  4. Mencocokkan laporan keuangan sebagai dasar pokok perekaman transaksi. Pada akhir tahun atau periode, sangatlah penting untuk melakukan pengecekan bahwa rekening-rekening yang ada dalam laporan keuangan sesuai dengan dasar perekaman transaksi yang ada.
  5. Pengujian substantif. Pengujian substantif didesain untuk memperkuat atau membenarkan transaksi dan saldo yang mendasari laporan keuangan.
  6. Analisis menyeluruh.
  7. Pengujian terperinci.
  8. Memastikan kesesuaian kode rekening organisasi.
  9. Memastikan kesesuaian dengan standar akuntansi.
  10. Pengujian kebenaran dan kejujuran.
  11. Pengujian analitis.
  12. Audit peristiwa setelah tanggal neraca.
  13. Pengujian laporan manajemen.
  14. Surat representasi.
  15. Review partner atau auditor atas kerja audit yang telah dilakukan.
Disarikan dari buku: Audit Sektor Publik, Penulis: Indra Bastian, Akt., M.B.A., Ph.D. Halaman: 63.