Blogger Widgets
بِــــــسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيـــمِ

SELAMAT DATANG DI STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM

SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI - DAN TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Kamis, 16 April 2015

KUNCI SUKSES PELAKSANAAN AUDIT



KUNCI SUKSES PELAKSANAAN AUDIT


Perencanaan Audit
Perencanaan audit merupakan tahap yang vital dalam audit. Perencanaan audit yang matang akan sangat menentukan kesuksesan audit. Perencanaan audit yang baik merupakan faktor penting untuk dapat diperolehnya bukti audit (evidence) yang cukup dan kompeten guna mendukung isi laporan audit.
Perencanaan audit merupakan tahap yang vital dalam audit. Perencanaan audit yang matang akan sangat menentukan kesuksesan audit. Perencanaan audit yang baik merupakan faktor penting untuk dapat diperolehnya bukti audit (evidence) yang cukup dan kompeten guna mendukung isi laporan audit. Proses perencanaan audit di sektor publik pada umumnya meliputi tahap-tahap sebagai berikut:

Pemahaman atas Sistem Akuntansi Keuangan Sektor Publik
Pemahaman atas sistem akuntansi sangatlah penting karena saat ini audit sektor publik tidak lagi berfokus pada laporan realisasi anggaran saja, tetapi juga laporan keuangan lainnya berupa neraca, surplus/defisit, dan arus kas. Jadi, auditor harus memiliki pemahaman yang memadai tentang sistem akuntansi keuangan daerah.

Penentuan Tujuan dan Lingkup Audit
Tujuan dan lingkup audit sektor publik sangat tergantung pada mandat dari lembaga audit yang bersangkutan. Audit atas laporan keuangan yang dilakukan oleh auditor eksternal pada umumnya bertujuan untuk menilai kewajaran laporan keuangan (memberikan opini) atas laporan keuangan entitas, sedangkan audit atas penyusunan laporan keuangan oleh pengawas bertujuan untuk memberikan rekomendasi untuk perbaikan sistem pengendalian internal dan koreksi atas kesalahan dalam penyusunan laporan keuangan.
Dalam menentukan tujuan dan ruang lingkup, auditor harus memastikan bahwa tujuan dan ruang lingkup audit yang ditetapkan telah sesuai dengan mandat dan wewenang lembaga audit dan pengawas yang bersangkutan.

Dalam konteks audit atas laporan keuangan yang bersangkutan. Dalam konteks audit atas laporan keuangan instansi pemerintahan (sektor publik), pengawas memiliki wewenang:
  • Melakukan review atas sistem akuntansi dan pengendalian internal dan memberikan rekomendasi perbaikan atas kelemahan-kelemahannya;
  • Melakukan pengujian dan koreksi atas kesalahan pencatatan akuntansi sehingga menghasilkan laporan keuangan dengan informasi yang lebih dapat diandalkan.
Tujuan pemahaman mandat ini adalah sebagai berikut:
  • Untuk mengetahui batasan-batasan yang ada pada pekerjaan audit;
  • Untuk mengidentifikasikan wewenang yang dimiliki dalam pelaksanaan audit;
  • Untuk memastikan bahwa pengawas telah memenuhi persyaratan hukum yang berlaku;
  • Untuk memberikan keyakinan bahwa pendekatan audit yang direncanakan telah sesuai dengan kebijakan audit yang ditetapkan;
  • Untuk memastikan bahwa tujuan audit telah memenuhi kebutuhan legislatif;
  • Untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang berhak menerima laporan audit.

Penilaian Resiko
Oleh karena kegiatan audit dilaksanakan melalui berbagai tes yang mengandung risiko kesalahan, maka penilaian risiko pengendalian (control risk), risiko bawaan (inherent risk), dan risiko deteksi (detection risk) perlu dilakukan agar kesimpulan dan opini yang diberikan oleh auditor memiliki jaminan yang memadai.

Penyusunan Rencana Audit (Audit Plan)
Berdasarkan tahapan kegiatan perencanaan audit di atas, perlu disusun suatu rencana audit. Rencana audit pada umumnya berisi uraian mengenai: area yang akan diaudit, jangka waktu pelaksanaan audit, personel yang dibutuhkan, dan sumber daya lain yang diperlukan untuk pelaksanaan audit.

Penyusunan Program Audit
Untuk setiap area yang akan diaudit, auditor harus menyusun langkah-langkah audit yang akan dilakukannya. Langkah-langkah ini tertuang dalam program audit. Suatu program audit akan berisi: tujuan audit untuk tiap area, prosedur audit.
Sumber dari : keuanganlsm.com/