Blogger Widgets
بِــــــسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيـــمِ

SELAMAT DATANG DI STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM

SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI - TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Rabu, 20 Mei 2015

BUKTI PEMERIKSAAN - MODUL - 2




  1. Bukti Audit
  2. Kompetensi Bukti Audit
  3. Tipe Bukti Audit
  4. Prosedur Audit

Bukti audit adalah segala informasi yang mendukung angka-angka atau informasi lain yang disajikan dalam laporan keuangan yang dapat digunakan oleh auditor sebagai dasar yang layak untuk menyatakan pendapatnya.  

Kompetensi bukti audit berhubungan dengan kualitas atau keandalan data akuntansi dan informasi penguat.
           
Keandalan catatan akuntansi dipengaruhi secara langsung oleh efektivitas pengendalian intern.
           
Dipengaruhi oleh berbagai faktor, berikut ini :
a.       Relevansi,
b.      Sumber,
c.       Ketepatan waktu,
d.      Objektivitas, dan
e.       Cara perolehan bukti

Tipe bukti audit dikelompokkan menjadi 2 golongan, yaitu:
  1. Tipe Data Akuntansi
            a. Pengendalian Intern
            b. Catatan Akuntansi
  1. Tipe Informasi Penguat
            a. Bukti Fisik
            b. Bukti Dokumenter
            c. Perhitungan
            d. Bukti Lisan
            e. Perbandingan dan Ratio
            f. Bukti dari Spesialis

Prosedur audit yang biasa dilakukan oleh auditor meliputi :
(1)         Inspeksi
(2)         Pengamatan (observation)
(3)         Permintaan keterangan (enquiry)
(4)         Konfirmasi
(5)         Penelusuran (tracing)
(6)         Pemeriksaan bukti pendukung (vouching)
(7)         Penghitungan (counting)
(8)         Scanning
(9)         Pelaksanaan ulang (reperforming)
(10)     Teknik audit berbantuan komputer (computer-assisted audit techniques)

         PENGERTIAN KERTAS KERJA PEMERIKSAAN
         TUJUAN KERTAS KERJA PEMERIKSAAN
         JENIS-JENIS KERTAS KERJA
         INDEKS KERTAS KERJA
         SUSUNAN KERTAS KERJA

Kertas kerja pemeriksaan adalah semua berkas-berkas yang
di kumpulkan oleh auditor dalam menjalankan pemeriksaan,
yang berasal :
  1. Dari pihak client
  2. Dari analisa yang di buat oleh auditor
  3. Dari pihak ke tiga

  1. Mendukung opini auditor mengenai kewajaran laporan keuangan.
  2. Sebagai bukti bahwa auditr telah melaksanakan pemeriksaan sesuai dengan standar profesional akuntan publik
  3. Sebagai referensi dalam hal ada pertanyaan dari :
a.       Pihak Pajak
b.      Pihak Bank
c.       Pihak Client
4.      Sebagai salah satu dasar penilaian asisten (seluruh tim audit ) sehingga dapat dibuat evaluasi menegnai kemampuan asisten sampai dengan
5.      partner, sesudah selesai suatu penugasan.
  1. Sebagai pegangan untuk audit tahun berikutnya

Kertas kerja pemeriksaan biasanya di kelompokkan dalam:
  1. Current file (Berkas tahun berjalan)
  2. Permanent file (Berkas permanen)
  3. Correspondence file (Berkas surat menyurat)

Ada tiga metode pemberian indeks terhadap kertas kerja:
  1. Indeks angka
  1. Indeks kombinasi angka dan huruf
  2. Indeks angka berurutan

  1. Draft laporan audit (audit report)
  2. Laporan keuangan auditan
  3. Ringkasan informasi bagi reviewer
  4. Program audit
  5. Laporan keuangan atau lembar kerja yang di buat oleh klien
  6. Ringkasan jurnal adjustment
  7. Working trial balance
  8. Skedul utama
  9. Skedul pendukung

Hal yang harus di pertimbangkan oleh auditor dalam perencanaan audit
Adalah :
a.       Masalah yang berkaitan dengan bisnis satuan usaha tersebut dan industri dimana satuan usaha tsb beroperasi di dalamnya.
  1. Kebijakan dan prosedur akuntansi satuan usaha tsb.
  2. Metode yang di gunakan oleh satuan usaha tsb dalam mengolah informasi akuntansi.
  3. Penetapan tingkat resiko pengendalian yang di rencanakan.
  4. Pertimbangan awal tentang tingkat materialitas umtuk tujuan audit.
  5. Pos laporan keuangan yang mungin memerlukan penyesuaian.
  6. Kondisi yang mungkin memerlukan perluasan atau pengubahan pengujian audit.
  7. Sifat laporan audit yang di harapkan akan di serahkan kepada pemberi tugas.
  1. Hal-hal mengenai client
  2. Hal-hal yang mempengaruhi client
  3. Rencana kerja auditor

Prosedur analitis (pengujian analitis) di definisikan dalam PSA 22 (SA329) sebagai Evaluasi atas informasi keuangan yang di lakukan dengan mempelajari hubungan logis antara data keuangan dan non keunagan …. Meliputi perbandingan jumlah-jumlah yang tercatat dengan ekspektasi auditor.

  1. Membandingkan data klien dengan industri
  2. Membandingkan data klien dengan data yang serupa pada periode sebelumnya
  3. Membandingkan data klien dengan data yang di perkirakan oleh klien
  4. Membandingkan data klien  dengan data yang di perkirakan oleh auditor
Membandingkan data klien denga hasil perkiraan yang menggunakan data non keuangan